Cara Membuat Rujak Bebek, Kuliner Legendaris Sunda yang kaya Manfaat

Bandung – Di antara sajian rujak di Sunda, ada yang telah mengakar kuat dalam tradisi, bahkan kuliner legendaris ini menjadi syarat yang harus dipenuhi dalam adat syukuran tujuj bulanan perempuan mengandung. Tiada lain, itulah Rujak  dalam bahasa Sunda berarti tumbuk.

Baca Juga: Pengalaman Kuliner Paling Unik di Dunia yang Bikin Foodies Ketagihan!

Rujak ini dibuat dengan cara ditumbuk. Yaitu dengan menggunakan lumpang dan alu. Bahan-bahannya adalah jenis buah-buahan muda yang diisi lalu ditumbuhi bumbu yang menegaskan rasa pedas dan segar pada kuliner tersebut.

Cara Membuat Rujak Bebek

Hal yang paling penting dalam rujak bebek ini adalah alat menumbuk mahjong slot berupa lumpang dan alu. Biasanya, lumpang dan alu terbuat dari kayu sehingga ketika digunakan, menimbulkan suara yang khas.

Rujak harus ditumbuk, sebab itu yang menjadikannya berbeda dari rujak lain. Penggunaan mesin blender dalam pembuatan rujak ini tidak disarankan, selain karena dapat mengubah rasa, juga membuat tektur terlalu halus.

Irisan buah-buahan di atas dimaukan ke dalam lumpang, lalu dibubuhi bumbu secukupnya,

Setelah itu, bahan rujak dibumbui hingga hancur dan menyatu satu dengan yang lainnya. Meski hancur, upayakan jangan terlalu halus seperti tekstur tekstur bubur. Tekstur tumbukan kasar roullette online memberi kesempatan rujak itu dikunyah saat di santap.

Kisah Rujak Bebek

Berbagai sumber mengarahkan silsilah pembuatan rujak  ini pada kisah cinta seorang residen Pirangan Timur Bernama Raden Ranusentika dengan Dewi Mas Inten. Kocap tercerita, saat itu, Rianusentika bertugas di Ajibarang untuk membuka lahan hutan.

Namun, setelah berlama-lama melakukan kerja di hutan, belum ada hasil yang tampak, Sebab, pohon yang di tebang hari kemarin, hari ini tumbuh lagi. Demikian kejadian-kejadian aneh lainnya juga meawarnai pembukaan lahan di kawasan Banyumas, Jawa Tengah itu.

Makna Rujak Bebek

Dari Kisan Raden Rianusentika dan Dewi Mas Inten itu didapati makna rujak  sebagai simbol berbagai rasa yang muncul sebagai dampak dan bersatunya dua kutub. Lingga dan yoni, lumpang dan alu, perempuan dari laki-laki.

Demikian kuliner rujak  rasanya berbagai macam. Ada gurih dari garam spaceman dan terasi, pedas dari cabai rawit, asam dan kedondong, sepat dari mangga muda, segar dan narasi, lembut dari pepaya, semuanya campur menjadi satu dalam tumbukan lumpang dari alu.

Manfaat Rujak Bebek

Karena banyak sekali bahan-bahan rujak berupa buah-buahan yamg dicampurkan dalam rujak bebek, tentu saja ada banyak manfaat yang terkandung di dalamnya.

Mangga muda yang menghasilkan rasa asam dan segar sekaligus mengandung vitamin C yang sangat baik untuk meningkatkan imun. Jambu air mengandung banyak air dan serat yang teramat baik untuk kesehatan penvernaan.

Belimbinng dan mentimun berguna untuk kesegaran badan serta dapat menurunkan tekanan darah. Cocok untuk penderita darah tinggi. Terakhir, nangka muda (entud) yang mengandung vitamin mega wheel C dan kaya antioksidan.

Bumbu di antaranya gula merah menjadi sumber energi tinggi untuk tubuh penikmat rujak bebek. Ditambah lagi asam Jawa yang bisa secara alami detoksilitikasi.