Solo: Kota yang Wajib Kamu Datangi Kalau Suka Wisata Kuliner
Solo: Kota yang Wajib Kamu Datangi Kalau Suka Wisata Kuliner – Kalau kamu pencinta kuliner sejati, Kota Solo atau Surakarta di Jawa Tengah ini adalah destinasi yang nggak boleh dilewatkan. Kota ini memang terkenal dengan budayanya yang kental, tapi dari sisi makanan, Solo juga juara banget. Banyak makanan khas Solo yang udah legendaris, rasanya otentik, dan dijaga resepnya turun-temurun dari puluhan tahun lalu .
Menjelajahi Solo lewat kulinernya itu serasa membaca cerita sejarah tanpa kata. Setiap suapan punya makna dan cerita sendiri . Ada yang lahir dari kreativitas rakyat biasa, ada juga yang dulunya cuma disajikan untuk kalangan bangsawan. Nggak heran kalau urusan makanan, Solo selalu bikin kangen dan pengen balik lagi.
Makanan Wajib yang Harus Kamu Coba di Solo
1. Nasi Liwet: Primadona yang Nggak Pernah Sepi Peminat
Ini dia ikon kuliner Solo yang paling terkenal. Bedanya dengan nasi liwet Sunda, nasi liwet Solo disajikan dengan siraman kuah santan kental (disebut areh), sayur labu siam, suwiran ayam, dan telur pindang . Perpaduan rasa gurih, manis, dan legit bikin nagih banget .
Tempat paling legendaris buat nyobain ini adalah Nasi Liwet Bu Wongso Lemu di Jalan Teuku Umar. Warung ini udah berdiri sejak tahun 1950-an. Suasana tradisionalnya menambah kesan autentik waktu kamu makan di sana . Selain itu, ada juga Nasi Liwet Wongso Lulut yang terkenal dengan porsi dan rasanya yang konsisten .
-
Rekomendasi tempat: Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Jl. Teuku Umar, Keprabon
-
*Jam buka: sekitar jam makan pagi sampai siang (06.00 – 13.00)*
-
*Kisaran harga: Rp15.000 – Rp35.000 per porsi*
2. Timlo: Sup Hangat yang Cocok Buat Sarapan
Timlo adalah hidangan berkuah bening yang isinya super lengkap: ada sosis Solo, telur mahjong slot pindang, hati ampela, dan suwiran ayam. Kuahnya yang ringan tapi kaya kaldu ini cocok banget disantap hangat, apalagi di pagi hari atau saat cuaca dingin .
Timlo Sastro adalah tempat yang paling legendaris untuk menikmati hidangan ini. Warung ini udah buka sejak tahun 1952 dan berlokasi di sudut Pasar Gedhe .
-
Rekomendasi tempat: Timlo Sastro, Jl. Abdul Muis No.32A, Kepatihan Kulon
-
*Jam buka: 07.30 – 21.00 WIB*
-
*Kisaran harga: Rp15.000 – Rp30.000*
3. Selat Solo: Steaknya Orang Jawa
Ini menu unik banget. Selat Solo adalah hasil akulturasi budaya Jawa dan Eropa, mirip-mirip steak tapi dengan sentuhan lokal. Isinya potongan daging sapi atau galantin yang digoreng, disajikan dengan kentang, wortel, buncis, telur, dan kuah manis-gurih yang khas .
Yang paling terkenal dan udah legendaris adalah Selat Solo Mbak Lies. Tempat ini udah berdiri sejak tahun 1987 dan sampai sekarang rasanya tetap konsisten . Dulu makanan ini populer di kalangan bangsawan, sekarang semua orang bisa menikmatinya .
-
Rekomendasi tempat: Selat Solo Mbak Lies, Jl. Yudhistira No.9, Serengan
-
*Kisaran harga: sekitar Rp15.000 – Rp25.000*
4. Sate Buntel: Gurihnya Beda dari Sate Biasa
Sate buntel ini beda banget dari sate kambing biasa. Daging kambingnya dicincang halus, dibumbui rempah, lalu dibungkus dengan lapisan lemak tipis sebelum dibakar. Hasilnya? Teksturnya super empuk, juicy, dan aromanya smoky karena dibakar dengan arang .
Paling terkenal adalah Sate Buntel Hj. Bejo atau Sate Buntel Pak Manto. Sate ini ukurannya besar-besar dan rasanya benar-benar unik, nggak bakal kamu temuin di tempat lain .
-
Rekomendasi tempat: Sate Buntel Hj. Bejo, Jl. Ki Mangun Sarkoro No.112
-
*Kisaran harga: Rp40.000 – Rp50.000 per porsi*
5. Sate Kere: Si Miskin yang Juara
Nah, ini yang unik. “Kere” artinya miskin, dan sesuai namanya, sate ini awalnya dibuat dari bahan sederhana: tempe gembus (ampas tahu) dan jeroan sapi, bukannya daging mahal . Tapi jangan salah, setelah dibakar dengan bumbu kacang khas Solo, rasanya nggak kalah enak dari sate daging!
Ini adalah bukti bahwa makanan sederhana pun bisa punya rasa luar biasa. Sate Kere Yu Rebi di belakang Stadion Sriwedari adalah yang paling legendaris, udah berdiri sejak tahun 1986 .
-
Rekomendasi tempat: Sate Kere Yu Rebi, belakang Stadion Sriwedari
-
*Kisaran harga: super ramah kantong, mulai Rp5.000 – Rp20.000*
6. Tengkleng: Santap Tulang Kambing yang Gurih dan Pedas
Buat kamu pecinta kuliner pedas dan berani “ngotot”, tengkleng adalah surga. Mirip slot bonus gulai tapi kuahnya lebih encer, tengkleng terbuat dari tulang-tulang kambing dan jeroan yang direbus lama dengan rempah-rempah kuat. Sensasi menyantapnya paling mantap kalau pakai tangan langsung .
Tengkleng Klewer Bu Edi adalah yang paling legendaris. Letaknya di samping gapura Pasar Klewer, warung ini udah buka sejak 1971 dan selalu ramai. Tapi hati-hati, biasanya stoknya cuma bertahan 2-3 jam setelah buka! Jadi harus datang tepat waktu .
-
Rekomendasi tempat: Tengkleng Klewer Bu Edi, samping Pasar Klewer
-
Jam buka: mulai siang (sekitar jam 13.00) sampai habis
-
*Kisaran harga: sekitar Rp15.000 – Rp25.000*
7. Serabi Notosuman: Camilan Manis Legendaris Sejak 1923
Kalau kamu suka jajanan manis, serabi ini wajib masuk daftar. Bedanya dengan serabi biasa, Serabi Notosuman punya tekstur lembut di tengah dan pinggiran yang renyah karena dimasak di tungku tradisional . Aroma santannya kuat banget, apalagi karena dibungkus daun pisang.
Serabi Notosuman Ny. Lidia ini udah ada sejak tahun 1923, jauh sebelum Indonesia merdeka! Makanya rasanya benar-benar autentik dan nggak berubah . Selain jadi camilan, serabi ini juga cocok banget dijadikan oleh-oleh.
-
Rekomendasi tempat: Serabi Notosuman Ny. Lidia, Jl. Moh. Yamin No.28
-
Jam buka: mulai pagi banget jam 04.30 sampai sore jam 17.00
-
*Kisaran harga: super murah, Rp2.500 – Rp3.500 per buah!*
8. Es Dawet Telasih: Pelepas Dahaga Paling Segar
Setelah puas berkeliling dan makan berat, saatnya nyari yang segar. Es Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede adalah jawabannya. Minuman legendaris ini udah menyegarkan pengunjung sejak tahun 1930-an! .
Isinya komplit: cendol hijau, biji selasih, tape ketan hitam, disiram santan dan gula jawa cair. Rasanya manis legit dan super segar . Lokasinya ada di dalam Pasar Gede, jadi pas banget buat nemenin kamu belanja oleh-oleh atau sekedar istirahat dari panasnya kota .
-
Rekomendasi tempat: Es Dawet Telasih Bu Dermi, di dalam Pasar Gede Hardjonagoro
-
*Jam buka: sekitar jam 08.00 – 16.00*
-
*Kisaran harga: sekitar Rp8.000 – Rp15.000*
Tips Agar Pengalaman Kulineran di Solo Makin Seru
-
Bawa Uang Tunai: Banyak warung legendaris di Solo yang masih mempertahankan sistem pembayaran tunai. Meskipun sekarang sudah banyak yang menerima QRIS, nggak ada salahnya menyiapkan uang cash agar lebih antisipasi.
-
Datang di Jam Awal: Warung legendaris di Solo terkenal cepat habis, terutama yang populer seperti Tengkleng Bu Edi. Kalau bisa, datanglah saat mereka baru buka di pagi atau siang hari.
-
Gunakan Transportasi Online: Banyak tempat makan legendaris yang berada di gang-gang kecil atau area pasar yang padat. Naik kendaraan pribadi mungkin merepotkan karena terbatasnya area parkir.
-
Jangan Takut Mencoba Hal Baru: Jangan cuma berhenti di nasi liwet atau serabi. Coba yang unik-unik seperti Sate Kere atau Cabuk Rambak. Kamu mungkin akan menemukan favorit baru yang nggak terduga!
-
Sisakan Ruang di Perut: Dengan segudang pilihan kuliner, atur strategi dengan porsi kecil-kecil. Banyak warung yang menyediakan porsi setengah atau jajanan pinggir jalan dalam porsi kecil.
Intinya, Solo bukan hanya kota budaya dan batik. Kota ini juga layak banget disebut sebagai surganya pecinta kuliner . Kelezatan dan keunikan setiap hidangannya, dengan harga yang bersahabat, akan membuat perjalananmu terasa lengkap. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, rencanakan liburan kuliner ke Solo sekarang!
